Presiden Lazio Claudio Lotito meminta timnya melupakan kekalahan mereka
dari Napoli hari Rabu lalu dan mendukung kejujuran Miroslav Klose yang
menolak golnya disahkan karena memakai tangan.
Tiga hari lalu
Lazio kalah 0-3 di markas Napoli, dan itu merupakan kekalahan kedua
beruntun mereka setelah memenangi tiga laga pertamanya di musim ini.
"Apa
yang terjadi di San Paolo bisa terjadi pada siapa saja. Hasil
ditentukan oleh macam-macam faktor. Kami kalah dan sekarang kembali ke
bumi. Dengan pengorbanan, persatuan dan determinasi, kita bisa mencapai
tujuan-tujuan kita," ucap Lotito kepada Calcio News24.
Pada
pertandingan melawan Napoli tersebut, di menit keempat wasit meniup
peluit pertanda terjadi gol di gawang tuan rumah. Namun ia kemudian
memutuskan meniadakan gol tersebut karena si pembuatnya, Klose, mengakui
memakai tangan untuk menyodok bola ke jala Morgan di Sanctis.
Sikap Klose yang menolak keputusan gol dari wasit itu mendapat berbagai
reaksi. Pelatih Napoli Wakter Mazzarri tidak terlalu terkesan karena
menganggap Klose sadar dirinya tertangkap kamera.
Namun komentar yang memuji lebih banyak, salah satunya bahkan dari Presiden FIFA Sepp Blatter.
"Bravo Miro Klose," tulis Blatter melalui akun twitter-nya. "Sikap Anda menunjukkan diri Anda sebagai juara dan pemain yang sebenarnya."
Pemain Inter asal Argentina, Esteban Cambiasso, juga memberi respek pada penyerang kawakan Jerman itu.
"Kita harus menyanjung kejujuran Klose. Kita harus menghormati sikapnya. Ini contoh untuk diikuti semua anak-anak."
Begitu
pula Lotito. Dia angkat topi pada sporitivitas Klose walaupun
“konsekuensinya” adalah Lazio gagal mendapatkan gol dan kemudian kalah
di akhir pertandingan.
"Dia melakukan apa yang selalu ditekankan oleh klub ini, dan menghormati nilai-nilai olahraga," tukas presiden Biancocelesti itu.
No comments:
Post a Comment