Kemenangan Manchester United atas Stoke City tak lepas dari peran trio
penyerangnya: Wayne Rooney, Robin van Persie, dan Danny Welbeck. Sir Alex Ferguson pun tak lupa memberikan pujian kepada mereka.
Rooney
mencetak dua gol, sementara Van Persie dan Welbeck sama-sama mencetak
satu gol dalam laga yang dihelat di stadion Old Trafford, Sabtu
(20/10/2012) malam WIB. MU pun meyudahi pertandingan dengan skor 4-2 dan
tetap mempertahankan jarak empat poin untuk mengejar Chelsea.
Fergie
menyebut, ketiga pemain tersebut bisa bermain fleksibel. Pergerakan
mereka di lini depan jugalah yang menjadi awal dari keempat gol The Red Devils.
"Mereka
(Rooney, Van Persie, Welbeck) memiliki peran yang fleksibel dalam
pertandingan ini dan kemenangan tim berasal dari pergerakan mereka. Jika
kami dapat memahami pergerakan mereka, maka akan menjadi keuntungan
untuk tim," ujar Fergie seperti dilansir BBC.
Selain memuji trio penyerangnya, Fergie juga turut mengomentari comeback
timnya, yang mana kerap terjadi dalam laga kandang musim ini. Pada laga
tersebut, MU tertinggal 0-1 lebih dulu setelah Rooney melakukan gol
bunuh diri.
"Dalam beberapa pertandingan musim ini, kami memulai
laga dengan mengerikan. Ketika kami melakukan hal tersebut, kami
kemudian memainkan sepakbola yang cemerlang. Saya terkesan dengan
performa kami setelah 20 menit pertama."
Berita Sepakbola
Saturday, 20 October 2012
Tekuk Napoli 2-0, Juve Masih Belum Terkalahkan
Duel di Juventus Stadium antara dua tim teratas Seri A saat ini
dimenangi Juventus. Sang tuan rumah menang dua gol tanpa balas atas
Napoli dan jadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan sampai saat ini.
Pada laga yang berlangsung Minggu (21/10/2012) dinihari WIB, Juve tampil dengan mengandalkan Sebastian Giovinco dan Fabio Quagliarella di lini depan. Sementara, Napoli mengandalkan Edinson Cavani dan Goran Pandev, sedangkan Lorenzo Insigne duduk di bangku cadangan.
Dalam catatan yang dilansir oleh Soccernet, Napoli tampil sedikit mendominasi penguasaan bola; 51:49. Namun, Juve lebih banyak melepaskan tembakan; 14:4. Namun, hanya lima tembakan Juve yang mengarah tepat sasaran.
Pada 10 menit pertama, Juve sudah mendapatkan peluang melalui Arturo Vidal dan Giorgio Chiellini. Namun, tendangan keduanya masih meleset dari sasaran.
Napoli tak mau kalah. Mereka membalas. Cavani kemudian mendapatkan peluang di menit ke-27. Sial baginya, tendangannya masih menerpa mistar gawang.
Di penghujung babak pertama, tendangan Claudio Marchisio dari luar kotak penalti juga belum membuahkan hasil. Sepakannya masih bisa dihalau. Sedangkan tendangan Gokhan Inler di sisi seberang juga sama-sama belum berujung jadi gol.
Skor 0-0 terpampang ketika kedua tim turun minum.
Juve masih terus menekan di babak kedua. Kwadwo Asamoah sempat mendapatkan peluang di menit ke-48, tapi kembali bernasib sama seperti peluang-peluang Juve sebelumnya. Begitu juga dengan peluang dari Giovinco tak lama setelahnya.
Ketika pertandingan memasuki menit ke-60, Juve mulai melakukan pergantian.
Quagliarella digantikan Alessandro Matri. Selanjutnya, berturut-turut, Arturo Vidal digantikan oleh Paul Pogba dan Asamoah digantikan oleh Martin Caceres. Pogba dan Caceres kemudian menjadi pemecah kebuntuan dari tuan rumah.
Pada menit ke-80, Juve mendapatkan sebuah sepak pojok. Tendangan yang dieksekusi oleh Andrea Pirlo itu disambut dengan sundulan oleh Martin Caceres. Gol! Dan Caceres pun berlari ke arah tribun untuk merayakannya. Salah satu ikon Juve, Pavel Nedved, juga tampak bersorak merayakan gol itu dari tribun.
Tak butuh waktu lama bagi Juve untuk menggandakan keunggulan. Semenit berselang, Pogba menyambar bola hasil buangan bek Napoli dengan tendangan voli kaki kiri. Tendangan itu mengarah ke pojok bawah gawang Napoli dan Morgan De Sanctis tak mampu menjangkaunya.
Tertinggal dua gol, Walter Mazzarri kemudian mencoba untuk tampil menekan. Ia kemudian memasukkan Insigne untuk menggantikan Alessandro Gamberini. Tetapi, sampai akhir laga, skor 2-0 untuk Juve tetap tidak berubah.
Kemenangan ini memperkokoh posisi Juve di puncak klasemen. Dari delapan laga, mereka mengoleksi tujuh kemenangan dan satu hasil imbang. The Old Lady kini mengoleksi 22 poin, unggul tiga angka atas Napoli yang berada di posisi kedua.
Khusus bagi Napoli, ini adalah kekalahan pertama mereka di Seri A musim ini.
Susunan Pemain
Juventus: Storari; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Marchisio, Pirlo, Vidal (Pogba 75), Asamoah (Caceres 77); Quagliarella (Matri 60), Giovinco.
Napoli: De Sanctis; Campagnaro, Cannavaro, Gamberini (Insigne 84); Maggio, Inler, Behrami (Dzemaili 87), Zuniga; Hamsik; Pandev, Cavani.
Pada laga yang berlangsung Minggu (21/10/2012) dinihari WIB, Juve tampil dengan mengandalkan Sebastian Giovinco dan Fabio Quagliarella di lini depan. Sementara, Napoli mengandalkan Edinson Cavani dan Goran Pandev, sedangkan Lorenzo Insigne duduk di bangku cadangan.
Dalam catatan yang dilansir oleh Soccernet, Napoli tampil sedikit mendominasi penguasaan bola; 51:49. Namun, Juve lebih banyak melepaskan tembakan; 14:4. Namun, hanya lima tembakan Juve yang mengarah tepat sasaran.
Pada 10 menit pertama, Juve sudah mendapatkan peluang melalui Arturo Vidal dan Giorgio Chiellini. Namun, tendangan keduanya masih meleset dari sasaran.
Napoli tak mau kalah. Mereka membalas. Cavani kemudian mendapatkan peluang di menit ke-27. Sial baginya, tendangannya masih menerpa mistar gawang.
Di penghujung babak pertama, tendangan Claudio Marchisio dari luar kotak penalti juga belum membuahkan hasil. Sepakannya masih bisa dihalau. Sedangkan tendangan Gokhan Inler di sisi seberang juga sama-sama belum berujung jadi gol.
Skor 0-0 terpampang ketika kedua tim turun minum.
Juve masih terus menekan di babak kedua. Kwadwo Asamoah sempat mendapatkan peluang di menit ke-48, tapi kembali bernasib sama seperti peluang-peluang Juve sebelumnya. Begitu juga dengan peluang dari Giovinco tak lama setelahnya.
Ketika pertandingan memasuki menit ke-60, Juve mulai melakukan pergantian.
Quagliarella digantikan Alessandro Matri. Selanjutnya, berturut-turut, Arturo Vidal digantikan oleh Paul Pogba dan Asamoah digantikan oleh Martin Caceres. Pogba dan Caceres kemudian menjadi pemecah kebuntuan dari tuan rumah.
Pada menit ke-80, Juve mendapatkan sebuah sepak pojok. Tendangan yang dieksekusi oleh Andrea Pirlo itu disambut dengan sundulan oleh Martin Caceres. Gol! Dan Caceres pun berlari ke arah tribun untuk merayakannya. Salah satu ikon Juve, Pavel Nedved, juga tampak bersorak merayakan gol itu dari tribun.
Tak butuh waktu lama bagi Juve untuk menggandakan keunggulan. Semenit berselang, Pogba menyambar bola hasil buangan bek Napoli dengan tendangan voli kaki kiri. Tendangan itu mengarah ke pojok bawah gawang Napoli dan Morgan De Sanctis tak mampu menjangkaunya.
Tertinggal dua gol, Walter Mazzarri kemudian mencoba untuk tampil menekan. Ia kemudian memasukkan Insigne untuk menggantikan Alessandro Gamberini. Tetapi, sampai akhir laga, skor 2-0 untuk Juve tetap tidak berubah.
Kemenangan ini memperkokoh posisi Juve di puncak klasemen. Dari delapan laga, mereka mengoleksi tujuh kemenangan dan satu hasil imbang. The Old Lady kini mengoleksi 22 poin, unggul tiga angka atas Napoli yang berada di posisi kedua.
Khusus bagi Napoli, ini adalah kekalahan pertama mereka di Seri A musim ini.
Susunan Pemain
Juventus: Storari; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Marchisio, Pirlo, Vidal (Pogba 75), Asamoah (Caceres 77); Quagliarella (Matri 60), Giovinco.
Napoli: De Sanctis; Campagnaro, Cannavaro, Gamberini (Insigne 84); Maggio, Inler, Behrami (Dzemaili 87), Zuniga; Hamsik; Pandev, Cavani.
Karanka Puji Pertahanan Madrid
Di tengah badai cedera yang menimpa para beknya, Real Madrid sukses meraih kemenangan atas Celta Vigo. Lini pertahanan "dadakan" Los Blancos pun mendapat pujian dari asisten pelatih Aitor Karanka.
Selepas jeda internasional lalu, Madrid kehilangan tiga pemain andalannya di lini pertahanan yakni Marcelo, Fabio Coentrao dan Alvaro Arbeloa. Yang terparah adalah Marcelo yang mendapat patah tulang metartasal dan harus istirahat selama tiga pekan.
Jadilah Madrid tak mempunyai bek sayap murni saat meladeni Celta di Jornada 8, Sabtu (20/10) malam WIB. Kondisi ini memaksa Jose Mourinho memasang gelandang bertahan Michael Essien serta bek sentral Raphael Varane di posisi tersebut.
Eksperimen itu pun berjalan sukses karena sepanjang laga gawang Iker Casillas hanya satu kali dibiarkan menerima shot on goal yakni dari sundulan Park Chu-Young. Sementara sisanya selalu kandas duluan di kaki Sergio Ramos atau Pepe.
Alhasil Madrid menang 2-0 dan masuk ke barisan empat besar klasemen, di posisi ketiga dengan 14 poin dari delapan laga berlalu. Performa lini pertahanan di laga itu pun menuai pujian dari Karanka yang menggantikan posisi Mourinho saat menjalani sesi jumpa pers usai laga.
"Seperti yang pelatih bilang usai apa yang terjadi selama sepekan ini, dia tahu betul mana pemain yang akan diturunkan," ujar Karanka di situs resmi klub.
"Back four bermain sangat baik. Celta hanya punya satu sundulan di akhir laga dan lini pertahanan bermain sangat baik. Sergio (Ramos) tahu posisinya; Rafa (Varane) bermain baik ketika dia dipercaya main serta Pepe yang selalu tahu apa yang harus dilakukannya."
Selepas jeda internasional lalu, Madrid kehilangan tiga pemain andalannya di lini pertahanan yakni Marcelo, Fabio Coentrao dan Alvaro Arbeloa. Yang terparah adalah Marcelo yang mendapat patah tulang metartasal dan harus istirahat selama tiga pekan.
Jadilah Madrid tak mempunyai bek sayap murni saat meladeni Celta di Jornada 8, Sabtu (20/10) malam WIB. Kondisi ini memaksa Jose Mourinho memasang gelandang bertahan Michael Essien serta bek sentral Raphael Varane di posisi tersebut.
Eksperimen itu pun berjalan sukses karena sepanjang laga gawang Iker Casillas hanya satu kali dibiarkan menerima shot on goal yakni dari sundulan Park Chu-Young. Sementara sisanya selalu kandas duluan di kaki Sergio Ramos atau Pepe.
Alhasil Madrid menang 2-0 dan masuk ke barisan empat besar klasemen, di posisi ketiga dengan 14 poin dari delapan laga berlalu. Performa lini pertahanan di laga itu pun menuai pujian dari Karanka yang menggantikan posisi Mourinho saat menjalani sesi jumpa pers usai laga.
"Seperti yang pelatih bilang usai apa yang terjadi selama sepekan ini, dia tahu betul mana pemain yang akan diturunkan," ujar Karanka di situs resmi klub.
"Back four bermain sangat baik. Celta hanya punya satu sundulan di akhir laga dan lini pertahanan bermain sangat baik. Sergio (Ramos) tahu posisinya; Rafa (Varane) bermain baik ketika dia dipercaya main serta Pepe yang selalu tahu apa yang harus dilakukannya."
Allegri Lihat Sisi Positif dari Kekalahan
AC Milan belum berhasil memperbaiki performanya di Serie
A musim ini setelah kalah dari Lazio. Kendati demikian, pelatih
Massimiliano Allegri mencoba melihat sisi positif kekalahan timnya
tersebut.
Berlaga di Stadion Olimpico, Minggu (21/10/2012) dinihari WIB, Rossoneri kalah tipis 2-3 dari tuan rumah. Tiga gol Lazio dicetak Hernanes, Antonio Candreva, dan Miroslav Klose. Sementara Milan memperkecil kedudukan melalui Nigel de Jong dan Stephan El Shaarawy. Kekalahan ini membuat Milan masih berada di posisi 11 klasemen sementara Serie A dengan nilai 7.
Kalah lima kali dalam delapan laga awal adalah catatan buruk. Catatan tersebut adalah rekor start terburuk Rossoneri yang sebelumnya hanya pernah terjadi pada musim 1930/1931, 1938/1939, dan 1941/1942.
"Kami mencoba untuk mengontrol jalannya pertandingan tanpa membiarkan diri kami terancam serangan balik Lazio. Sementara itu, kami juga berusaha menciptakan peluang di lini depan. Tapi, Lazio melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan dengan baik," ujar Allegri di Football Italia.
"Malam ini kami menciptakan beberapa peluang dan bekerja keras, jadi saya kira ada beberapa hal positif yang dapat diambil dari pertandingan ini. Kami membayar mahal dari dua shots on goal yang hanya bisa didapatkan Lazio di babak pertama."
Bagi Allegri, kekalahan ini membuat posisinya di San Siro semakin terpojok. Kendati demikian, pelatih 45 tahun tersebut masih santai menanggapi tekanan yang datang.
"Seorang pelatih akan selalu berada dalam tekanan, tetapi hal tersebut normal saja. Kami harus kembali bangkit di klasemen."
Berlaga di Stadion Olimpico, Minggu (21/10/2012) dinihari WIB, Rossoneri kalah tipis 2-3 dari tuan rumah. Tiga gol Lazio dicetak Hernanes, Antonio Candreva, dan Miroslav Klose. Sementara Milan memperkecil kedudukan melalui Nigel de Jong dan Stephan El Shaarawy. Kekalahan ini membuat Milan masih berada di posisi 11 klasemen sementara Serie A dengan nilai 7.
Kalah lima kali dalam delapan laga awal adalah catatan buruk. Catatan tersebut adalah rekor start terburuk Rossoneri yang sebelumnya hanya pernah terjadi pada musim 1930/1931, 1938/1939, dan 1941/1942.
"Kami mencoba untuk mengontrol jalannya pertandingan tanpa membiarkan diri kami terancam serangan balik Lazio. Sementara itu, kami juga berusaha menciptakan peluang di lini depan. Tapi, Lazio melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan dengan baik," ujar Allegri di Football Italia.
"Malam ini kami menciptakan beberapa peluang dan bekerja keras, jadi saya kira ada beberapa hal positif yang dapat diambil dari pertandingan ini. Kami membayar mahal dari dua shots on goal yang hanya bisa didapatkan Lazio di babak pertama."
Bagi Allegri, kekalahan ini membuat posisinya di San Siro semakin terpojok. Kendati demikian, pelatih 45 tahun tersebut masih santai menanggapi tekanan yang datang.
"Seorang pelatih akan selalu berada dalam tekanan, tetapi hal tersebut normal saja. Kami harus kembali bangkit di klasemen."
Petkovic Minta Lazio Tetap Membumi
Kemenangan Lazio atas AC Milan tak kemudian membuat pelatih Vladimir Petkovic mau membahas peluang timnya meraih scudetto. Petkovic meminta Biancoceleste untuk tetap membumi.
Menjamu Milan di Stadion Olimpico, Minggu (21/10/2012) dinihari WIB, Lazio tampil impresif di awal. Mereka melesat dan unggul 3-0 berkat gol Hernanes, Antonio Candreva, dan Miroslav Klose.
Setelah itu, Milan yang tersengat kemudian bangkit. Rossoneri bisa membalas, tapi cuma dua kali lewat Nigel de Jong dan Stephan El Shaarawy. Lazio pun menang 3-2.
Berkat kemenangan ini, Lazio masih terus menguntit Juventus dan Napoli di papan klasemen sementara Seri A. Mereka mengoleksi 18 poin dari delapan pertandingan, terpaut empat poin dari Juve dan satu dari Napoli.
Meski timnya tetap konsisten di papan atas, Petkovic tak mau berpikir terlalu jauh, apalagi soal scudetto. Menurutnya, timnya masih punya banyak kekurangan.
"Ambisi kami tetap sama karena kemenangan ini tak mengubah apa pun," ucap Petkovic di Football Italia.
"Scudetto? Fans punya hak untuk memikirkan itu, tapi kami harus tetap menjejakkan kaki kami di bumi," lanjutnya.
"Kita sudah melihat apa yang terjadi saat kami unggul 3-0. Setelah kebobolan gol pertama, kami berhenti bermain. Kami juga lelah, Milan memberikan tekanan kepada kami dan kami kebobolan gol-gol yang harusnya bisa kami cegah. Gol Nigel de Jong terjadi karena tembok pertahanan tak berada pada posisi yang pas," jelas pria asal Bosnia ini.
Menjamu Milan di Stadion Olimpico, Minggu (21/10/2012) dinihari WIB, Lazio tampil impresif di awal. Mereka melesat dan unggul 3-0 berkat gol Hernanes, Antonio Candreva, dan Miroslav Klose.
Setelah itu, Milan yang tersengat kemudian bangkit. Rossoneri bisa membalas, tapi cuma dua kali lewat Nigel de Jong dan Stephan El Shaarawy. Lazio pun menang 3-2.
Berkat kemenangan ini, Lazio masih terus menguntit Juventus dan Napoli di papan klasemen sementara Seri A. Mereka mengoleksi 18 poin dari delapan pertandingan, terpaut empat poin dari Juve dan satu dari Napoli.
Meski timnya tetap konsisten di papan atas, Petkovic tak mau berpikir terlalu jauh, apalagi soal scudetto. Menurutnya, timnya masih punya banyak kekurangan.
"Ambisi kami tetap sama karena kemenangan ini tak mengubah apa pun," ucap Petkovic di Football Italia.
"Scudetto? Fans punya hak untuk memikirkan itu, tapi kami harus tetap menjejakkan kaki kami di bumi," lanjutnya.
"Kita sudah melihat apa yang terjadi saat kami unggul 3-0. Setelah kebobolan gol pertama, kami berhenti bermain. Kami juga lelah, Milan memberikan tekanan kepada kami dan kami kebobolan gol-gol yang harusnya bisa kami cegah. Gol Nigel de Jong terjadi karena tembok pertahanan tak berada pada posisi yang pas," jelas pria asal Bosnia ini.
Kekalahan dari Juve Jadi Bahan Evaluasi untuk Partenopei
Napoli tidak tampil dalam penampilan terbaiknya saat dikalahkan Juventus. Partenopei pun diminta untuk melakukan evaluasi atas kekalahannya tersebut.
Berkunjung ke Juventus Stadium, Sabtu (20/10/2012), Napoli pulang dengan tangan hampa. Mereka takluk 0-2 dari tim tuan rumah.
"Kami perlu merenungkan hasil ini dan juga melupakannya, karena ini akan membuat kami marah dan cuma ditentukan oleh sebuah sepak pojok," ungkap gelandang Napoli, Marek Hamsik, di Football Italia.
Hamsik menambahkan, timnya membuat kesalahan karena membiarkan Juve memaksimalkan sedikit peluang yang ada. Sementara itu, mereka sendiri tak begitu tajam saat menyerang.
"Kami datang ke sini bukan untuk mencari hasil imbang, tapi Anda tak boleh memberi kesempatan seperti itu kepada Juventus," katanya.
"Kami tampil bagus di lini pertahanan, tapi tak membuat banyak peluang dan kalau mau adil Juve pun tak melakukannya.," ujar pemain asal Slovakia ini.
"Sulit untuk mengawal Andrea Pirlo, tapi harusnya kami berbuat lebih dalam penyerangan. Kami tak membuat serangan balik yang berbahaya seperti biasanya," kata dia.
Berkunjung ke Juventus Stadium, Sabtu (20/10/2012), Napoli pulang dengan tangan hampa. Mereka takluk 0-2 dari tim tuan rumah.
"Kami perlu merenungkan hasil ini dan juga melupakannya, karena ini akan membuat kami marah dan cuma ditentukan oleh sebuah sepak pojok," ungkap gelandang Napoli, Marek Hamsik, di Football Italia.
Hamsik menambahkan, timnya membuat kesalahan karena membiarkan Juve memaksimalkan sedikit peluang yang ada. Sementara itu, mereka sendiri tak begitu tajam saat menyerang.
"Kami datang ke sini bukan untuk mencari hasil imbang, tapi Anda tak boleh memberi kesempatan seperti itu kepada Juventus," katanya.
"Kami tampil bagus di lini pertahanan, tapi tak membuat banyak peluang dan kalau mau adil Juve pun tak melakukannya.," ujar pemain asal Slovakia ini.
"Sulit untuk mengawal Andrea Pirlo, tapi harusnya kami berbuat lebih dalam penyerangan. Kami tak membuat serangan balik yang berbahaya seperti biasanya," kata dia.
Wenger: Performa Arsenal Mengecewakan
Manajer Arsenal Arsene Wenger mengakui penampilan skuadnya buruk
sehingga dipaksa mengakui keunggulan Norwich City. Disebut Wenger,
penyebab kekalahan Arsenal karena lini depan yang tumpul.
Dalam pertandingan di Carrow Road yang berakhir Minggu (21/10/2012) dinihari WIB, The Gunners takluk 0-1 melalui gol tunggal yang dibuat oleh Grant Holt di menit 20.
Padahal Arsenal tampil jauh lebih dominan. Thomas Vermaelen dkk. memiliki penguasan bola dengan perbandingan 72:38 dan 14 tembakan berbanding tujuh milik The Canaries.
Akan tetapi, di sisa waktu yang ada Arsenal tidak mampu melahirkan gol balasan bahkan peluang-peluang yang diciptakan tak terlalu berbahaya justru sering kerepotan dalam mengantisipasi serangan balik lawan.
"Norwich punya pertahanan yang bagus, fokus dan berkomitmen. Kami banyak menguasai bola tapi tidak banyak menciptakan peluang dari itu, yang merupakan performa mengecewakan," sungut Wenger seperti dikutip dari situs resmi klub.
"Saya pikir kami sedikit kurang tajam. Kami kehilangan apa yang membuat sukses di level teratas, yaitu fokus penuh dan mereka (Norwich) lebih tajam dari kami."
Kiper Vito Mannone salah mengantisipasi bola dan jatuh di jalur Holt dan mudah saja bagi dia membuat gol yang menjadi pembeda di laga ini. Wenger sendiri tak menyalahkan siapapun atas kekalahan ini.
"Kami tidak menyalahkan (kami) membuat banyak kesalahan hari ini. Kami harus melupakan ini dan memahampi bahwa kami tidak cukup bagus dan sadar kalau ini di bawah standar."
"Sikap tim sungguh bagus tapi tidak di level yang seharusnya kami hasilnya hingga sekarang ini untuk kali pertama mereka tampil di bawah standar," kata pria asal Prancis itu.
Dalam pertandingan di Carrow Road yang berakhir Minggu (21/10/2012) dinihari WIB, The Gunners takluk 0-1 melalui gol tunggal yang dibuat oleh Grant Holt di menit 20.
Padahal Arsenal tampil jauh lebih dominan. Thomas Vermaelen dkk. memiliki penguasan bola dengan perbandingan 72:38 dan 14 tembakan berbanding tujuh milik The Canaries.
Akan tetapi, di sisa waktu yang ada Arsenal tidak mampu melahirkan gol balasan bahkan peluang-peluang yang diciptakan tak terlalu berbahaya justru sering kerepotan dalam mengantisipasi serangan balik lawan.
"Norwich punya pertahanan yang bagus, fokus dan berkomitmen. Kami banyak menguasai bola tapi tidak banyak menciptakan peluang dari itu, yang merupakan performa mengecewakan," sungut Wenger seperti dikutip dari situs resmi klub.
"Saya pikir kami sedikit kurang tajam. Kami kehilangan apa yang membuat sukses di level teratas, yaitu fokus penuh dan mereka (Norwich) lebih tajam dari kami."
Kiper Vito Mannone salah mengantisipasi bola dan jatuh di jalur Holt dan mudah saja bagi dia membuat gol yang menjadi pembeda di laga ini. Wenger sendiri tak menyalahkan siapapun atas kekalahan ini.
"Kami tidak menyalahkan (kami) membuat banyak kesalahan hari ini. Kami harus melupakan ini dan memahampi bahwa kami tidak cukup bagus dan sadar kalau ini di bawah standar."
"Sikap tim sungguh bagus tapi tidak di level yang seharusnya kami hasilnya hingga sekarang ini untuk kali pertama mereka tampil di bawah standar," kata pria asal Prancis itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)