Sunday, 30 September 2012

Bersama Juve, Pogba Ingin Jadi Pemain Terbaik Dunia

Paul Pogba mencanangkan ambisi besar bersama Juventus. Gelandang belia asal Prancis itu berharap La Vecchia Signora bisa menjadikannya pemain terbaik di jagat sepakbola.

Pogba adalah rekrutan baru Juve pada musim ini. Dia pindah secara cuma-cuma dari Manchester United. Di Turin, Pogba diikat kontrak berdurasi empat tahun.

Pogba diproyeksikan sebagai andalan di lini tengah jika kelak Andrea Pirlo pensiun atau pindah. Sejauh ini, dia sudah bermain di dua laga Seri A.

Dengan usianya yang masih 19 tahun, Pogba yakin masih bisa banyak berkembang sebagai seorang pesepakbola. Targetnya pun tidak main-main: bisa jadi pemain nomor satu di dunia.

"Juve bisa membantu saya untuk mewujudkan mimpi menjadi pemain terbaik di dunia," ucap Pogba dalam wawancara dengan RMC.

"Itulah target saya dan untuk melakukannya Anda perlu bermain untuk klub terbaik, seperti Juventus," sambungnya.

"Kompetisi untuk memperebutkan satu tempat di tim memang ketat, tapi saya ingin bermain 25 kali pada musim ini dan menjadi salah satu dari lima pemain muda paling top di muka bumi," kata Pogba.

Lazio Dukung Kejujuran Klose yang Menolak Golnya Disahkan Wasit

Presiden Lazio Claudio Lotito meminta timnya melupakan kekalahan mereka dari Napoli hari Rabu lalu dan mendukung kejujuran Miroslav Klose yang menolak golnya disahkan karena memakai tangan.

Tiga hari lalu Lazio kalah 0-3 di markas Napoli, dan itu merupakan kekalahan kedua beruntun mereka setelah memenangi tiga laga pertamanya di musim ini.

"Apa yang terjadi di San Paolo bisa terjadi pada siapa saja. Hasil ditentukan oleh macam-macam faktor. Kami kalah dan sekarang kembali ke bumi. Dengan pengorbanan, persatuan dan determinasi, kita bisa mencapai tujuan-tujuan kita," ucap Lotito kepada Calcio News24.

Pada pertandingan melawan Napoli tersebut, di menit keempat wasit meniup peluit pertanda terjadi gol di gawang tuan rumah. Namun ia kemudian memutuskan meniadakan gol tersebut karena si pembuatnya, Klose, mengakui memakai tangan untuk menyodok bola ke jala Morgan di Sanctis.

Sikap Klose yang menolak keputusan gol dari wasit itu mendapat berbagai reaksi. Pelatih Napoli Wakter Mazzarri tidak terlalu terkesan karena menganggap Klose sadar dirinya tertangkap kamera.

Namun komentar yang memuji lebih banyak, salah satunya bahkan dari Presiden FIFA Sepp Blatter.

"Bravo Miro Klose," tulis Blatter melalui akun twitter-nya. "Sikap Anda menunjukkan diri Anda sebagai juara dan pemain yang sebenarnya."

Pemain Inter asal Argentina, Esteban Cambiasso, juga memberi respek pada penyerang kawakan Jerman itu.

"Kita harus menyanjung kejujuran Klose. Kita harus menghormati sikapnya. Ini contoh untuk diikuti semua anak-anak."

Begitu pula Lotito. Dia angkat topi pada sporitivitas Klose walaupun “konsekuensinya” adalah Lazio gagal mendapatkan gol dan kemudian kalah di akhir pertandingan.

"Dia melakukan apa yang selalu ditekankan oleh klub ini, dan menghormati nilai-nilai olahraga," tukas presiden Biancocelesti itu.

Totti Merasa Aneh Lawan Juve Tanpa Del Piero

Akhir pekan ini, AS Roma akan menghadapi Juventus yang tak lagi diperkuat Alessandro Del Piero. Francesco Totti merasa tak biasa menghadapi Juve tanpa ada Del Piero.

Del Piero tak lagi berseragam Bianconeri setelah kontraknya tak diperpanjang oleh klub asal Turin itu. Dia kemudian melanjutkan kariernya di Sydney FC, Australia.

Pascahengkangnya Del Piero, Juve akan menjamu Roma di giornata 6, Minggu (30/9/2012) dinihari WIB. Totti, yang bisa dikatakan sebagai pesepakbola yang segenerasi dengan Del Piero, merasa aneh ketika harus melawan Juve yang tak lagi diperkuat kompatriotnya itu.

"Akan sedikit aneh memainkan laga Juventus-Roma tanpa Del Piero. Saya akan senang menghadapinya lagi jadi kami bisa pensiun bersama," ujar Totti kepada Roma Channel.

"Tak diragukan lagi Del Piero akan dirindukan oleh sepakbola Italia. Yang penting saya masih di sini," kelakar pesepakbola yang baru saja menginjak usia 36 tahun itu.

Totti menilai laga kontra Juve sebagai laga terpenting setelah derby. Karena itu, dia akan meminta rekan-rekannya untuk tampil maksimal.

"Tentu ada persaingan dengan Bianconeri dan itu normal. Bagaimanapun juga laga ini tidak seperti yang lainnya. Saya menempatkannya sebagai laga terpenting kedua setelah derby."

"Kami akan mencoba untuk menghadapinya dengan tanpa beban sehingga kami bisa tampil bagus," kata kapten Roma itu.

Inter Tak Akan Belanja Besar di Bursa Transfer Januari

Agar tak melanggar aturan Financial Fair Play, Inter Milan tak akan jor-joran di bursa transfer Januari mendatang. La Beneamata kemungkinan hanya akan melakukan sedikit perbaikan skuatnya.

Di bursa transfer musim panas, Inter sudah mengucurkan uang untuk membeli Rodrigo Palacio (10,5 juta euro), Samir Handanovic (11 juta euro), dan Alvaro Pereira (10 juta euro). Untuk Antonio Cassano, mereka tak mengeluarkan uang sepeser pun. Selain itu, mereka juga meminjam Matias Silvestre, Walter Gargano, dan Gaby Mudingayi.

Presiden Inter, Massimo Moratti, sudah cukup puas melihat materi pemain yang dimiliki klubnya saat ini. Kalau pun ada penambahan pemain di bulan Januari mendatang, jumlahnya tak akan terlalu signifikan.

"Bisa saja ada sedikit perbaikan, tapi klub harus memerhatikan keuangan dan menyeimbangkan kas, demi mematuhi aturan Financial Fair Play dan karena itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan," ujar Moratti yang dikutip Football Italia.

"Terlepas dari pilihan yang kami miliki, saya pikir kalau Anda tak sepenuhnya memercayai apa yang Anda miliki, maka akan sulit untuk memercayai apa yang tidak Anda miliki," katanya.

"Saya pikir kami memiliki sesuatu yang penting di dalam skuat ini dan sebuah akademi muda yang terus memberi kami pemain-pemain berkualitas," tutur Moratti.

Allegri: Milan Seharusnya Menang

AC Milan gagal meneruskan kemenangan setelah bermain imbang 1-1 dengan Parma. Kendati demikian, Massimiliano Allegri menyebut timnya layak memenangi pertandingan.

Bertandang ke Ennio Tardini, Sabtu (29/09?2012) malam WIB, Rossoneri sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Stephan El Shaarawy. Tetapi keunggulan tersebut sirna setelah Parma menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Daniele Galloppa.

"Pada babak pertama kami memegang kendali permainan, meski tak memiliki peluang berarti. Setelah jeda kami mendapatkan beberapa peluang." kata pelatih Milan itu seusai pertandingan di Football Italia.

"Sungguh disayangkan kami gagal menang karena karena seharusnya kami bisa membawa pulang tiga angka justru tidak mengakhiri laga dan terhukum oleh set play."

"Pagar betis kami seharusnya tak membiarkan bola lolos. Penampilan kami tadi tak sepenuhnya buruk tapi kami seharusnya bisa menang dan gagal melakukannya. Di hari Rabu kami punya laga penting melawan Zenit dan kami harus menang," sambung Allegri sembari membidik kemenangan di laga Liga Champions tengah pekan nanti.

Allegri tak segan melontarkan pujian bagi El Shaarawy, pencetak satu-satunya gol Milan. Gol yang dibuatnya ini merupakan yang keempat dari enam penampilannya di liga.

"El Shaarawy belum genap 20 tahun, jadi wajar saja jika kemampuannya terus meningkat dari musim lalu. Keunggulannya adalah bidikannya untuk mencetak gol, tapi juga kekuatannya, stamina dan kecepatan."

Milan Diimbangi Parma 1-1

AC Milan gagal meneruskan kemenangan yang didapat pertengahan pekan lalu, setelah Rossoneri cuma bermain imbang 1-1 dengan Parma di weekend ini.

Dalam laga yang dihelat di Enio Tardini, Sabtu (29/9) malam WIB, Milan mencetak gol lebih dulu lewat Stephane El Shaarawy dan jadi gol ketiga penyerang keturunan Mesir itu dalam dua laga terakhir.

Namun, Parma mampu menyamakan kedudukan dari gol Daniele Galloppa. Dengan hasil imbang ini Milan masih tertahan di urutan ke-9 dengan tujuh poin dari enam laga sementara Parma di urutan ke-11 dengan enam poin.

Jalannya pertandingan

Di menit ke-16 Milan membuat peluang pertamanya lewat Kevin Prince Boateng memaksimalkan crossing Ignazio Abate. Tapi bola hasil tandukan Boateng masih bisa ditepis Antonio Mirante.

Milan menguasai jalannya laga dengan ball possesion mencapai lebih dari 70 persen tapi mereka kesulitan menembus ketatnya pertahanan Parma yang digalang Cristian Zaccardo.

Bojan Krkic sempat membuat peluang lewat sepakan jarak jauh tapi bola masih melayang tipis di atas mistar. Pun begitu dengan tembakan Sotiris Ninis yang masih belum menemui sasaran.

Hingga babak pertama berakhir skor 0-0 tetap bertahan.

Empat menit setelah restart, Milan akhirnya mampu menjebol gawang Mirante. Berawal dari crossing di sisi kanan, bola mengarah ke tiang jauh dan lantas disambar El Shaarawy yang memenangi duel dengan pemain Parma dan berhasil membawa Milan unggul 1-0.

Di menit 52 Boateng membuang peluang emas ketika ia menerima umpan El Shaarawy dan berdiri bebas di kotak penalti, tapi bola hasil tandukana malah melebar dari sasaran.

Semenit setelahnya Massimo Gobbi nyaris membuat Parma menyamakan skor andaikan sepakannya dari jarak dekat tak ditepis Abbiati.

Galloppa! Parma akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit 66 ketika tembakan bebas tak langsung yang dieksekusi Galloppa dengan mudah menembus jala Christian Abbiati.

Hingga pertandingan rampung tak ada lagi peluang emas tercipta sehingga skor 1-1 tetap bertahan.

Susunan pemain

Parma: Mirante; Zaccardo, Paletta, Lucarelli; Rosi (Biabiany 63), Musacci (Parolo 75), Ninis, Galloppa, Gobbi; Pabon (Belfodil 53), Amauri

Milan: Abbiati; Abate, Zapata, Yepes, De Sciglio; De Jong, Ambrosini (Montolivo 63); Nocerino, Boateng (Robinho 70), Bojan (Pazzini 81); El Shaarawy

Fergie Sarankan Ferdinand untuk Lupakan Timnas

Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson meminta Rio Ferdinand untuk melupakan kemungkinan kembali ke timnas Inggris dan fokus saja ke klub.

Pengumuman John Terry yang pensiun dari level internasional sudah menguak kemungkinan buat Ferdinand, yang absen di Euro 2012, untuk kembali ke timnas Inggris.

Akan tetapi, dengan usianya yang sudah 33 tahun, Fergie menilai bahwa karier Ferdinand di MU akan lebih awet jika ia memutuskan untuk benar-benar mundur dari timnas Inggris.

"Ia masih mampu tampil untuk Inggris, saya tak ragu akan hal itu. Tapi saya tak melihat kenapa ia harus," kata Fergie di Sportinglife.

"Saya pikir ia harus berkonsentrasi kepada kariernya di sini, itulah yang lebih saya inginkan. Jika ia telaten merawat kondisi maka tak ada alasan ia bisa terus bermain," imbuhnya.

Fergie juga mengungkap bahwa Ferdinand masih masuk ke dalam rencana-rencananya musim depan. Kendatipun sudah tak lagi muda dan tidak segesit dulu, ia menyebut pemainnya itu masih tetap oke karena punya segudang pengalaman.

"Rio kini menggunakan pengalamannya, sementara enam atau tujuh tahun lalu ia masih punya kelincahan. Kini ia tak bisa melakukannya, semua orang kehilangan kelincahan saat usianya bertambah."

"Rio kini menggunakan pengalamannya sebagai kompensasi. Ia tak lagi mengambil banyak risiko. Ia juga sangat dekat dengan para pemain muda. Ia punya banyak karakter dalam dirinya sehingga bisa akur dengan para pemain muda. Ia amat dihormati," lugasnya.

Fergie: MU Sangat Tidak Beruntung

Sir Alex Ferguson menyebut buruknya start Manchester United sebagai penyebab kekalahan dari Tottenham Hotspur. Selain itu, Fergie juga menilai 'Setan Merah' kurang beruntung.

Saat menjamu Spurs di Old Trafford, Sabtu (29/9/2012), MU memang mengawali laga dengan buruk. Mereka langsung tertinggal di menit kedua setelah tendangan Jan Vertonghen berbelok ke gawang Anders Lindegaard usai mengenai Jonny Evans. Masih di babak pertama, mereka kebobolan lagi oleh gol Gareth Bales.

Masuknya Wayne Rooney di awal babak kedua membuat permainan MU jauh membaik. Rooney memberi assist untuk gol pertama tim tuan rumah yang dicetak Nani.

Tapi, kelengahan lini belakang MU membuat Spurs bisa menjauh lagi lewat gol Clint Dempsey. Berselang semenit, Shinji Kagawa memperkecil ketertinggalan MU menjadi 2-3.

Di sisa waktu, MU punya cukup banyak peluang untuk menyamakan skor. Tercatat tendangan bebas Rooney mengenai tiang, sedangkan sundulan Michael Carrick digagalkan mistar. Tapi, hingga peluit panjang berbunyi, mereka tetap kalah 2-3.

"Ini pertandingan yang cukup seru," ujar Ferguson kepada ESPN.

"Kami tak pernah memulai pertandingan di babak pertama. Itu adalah start yang buruk dan mereka memecahkan kebuntuan lewat tendangan yang berubah arah," tambahnya.

"Dari situ kami bermain melawan angin, sampai waktu jeda tiba dan kami bisa sedikit mengubah segalanya," kata pria 70 tahun ini.

Lebih lanjut lagi, Ferguson juga menyesalkan ketidakmampuan timnya memaksimalkan peluang-peluang di akhir babak kedua. Dia menyebut timnya tengah dijauhi dewi fortuna.

"Di babak kedua kami fantastis. Kami harusnya mendapatkan sesuatu dari pertandingan. Kami sangat tidak beruntung," ucapnya.

Akhirnya Bisa Kalahkan MU, Dempsey Girang

Tottenham Hotspur berhasil memutus puasa kemenangan di markas Manchester United. Pemain baru Tottenham, Clint Dempsey sangat girang dengan hasil yang baru saja diperoleh timnya tersebut.

Spurs mempermalukan tuan rumah MU 3-2 pada pertandingan yang berakhir Minggu (30/9/2012) dinihari WIB. Jan Vertongen mengejutkan "Setan Merah" di menit kedua dan digandakan Gareth Bale setengah jam kemudian untuk menutup jeda pertama dengan keunggulan dua gol.

Permainan MU di babak kedua membaik. Meski begitu, gol-gol dari Nani dan Shinji Kagawa gagal memenangkan The Red Devils setelah Dempsey mencetak gol di antaranya.

Ini merupakan kemenangan pertama liga bagi The Lilywhites di Old Trafford setelah yang terakhir pada 1989 alias 22 tahun silam.

Kegembiraan Dempsey bukan hanya itu saja karena bersama Fulham -- klubnya sebelum Spurs--pemain Amerika Serikat ini juga belum pernah menang di markas Wayne Rooney cs.

"Tadi seperti roller coaster, naik dan turun. Kami unggul 2-0 kemudian di babak kedua seperti mengejar bayangan mereka. Tapi kami menunjukkan banyak keuletan dan kami mendapat tiga poin," ujar Dempsey di BBC.

"Aku senang mencetak gol karena pertandingan tanpa mencetak gol akan menambah tekanan. Aku senang di Inggris setelah lima setengah tahun dan ini pertama kalinya aku memperoleh tiga angka di sini," girang dia.

Juve Bungkam Roma 4-1

Juventus masih meneruskan catatan tak terkalahkannya musim ini, setelah berhasil membekuk AS Roma dengan skor 4-1 di Juventus Stadium.

Dalam laga pekan keenam Seri A, Minggu (30/9) dinihari WIB, Juve sudah unggul tiga gol lebih dulu di babak pertama lewat Andrea Pirlo, Arturo Vidal dan Alessandro Matri.

Di babak kedua Roma sempat memperkecil ketertinggalan lewat Pablo Osvaldo sebelum akhirnya Sebastian Giovinco memantapkan kemenangan timnya.

Dengan raihan tiga poin ini Bianconeri kokoh di puncak klasemen dengan 16 poin dari enam laganya dan masih tak terkalahkan di 45 laga terakhir di liga. Sementara itu Roma tertahan di urutan ke-6 dengan delapan poin.

Jalannya pertandingan

Sebelas menit pertandingan berjalan Juve membuka skor lewat free kick Pirlo di depan kotak penalti.

Selang lima menit kemudian Juve menggandakan keunggulan lewat titik putih setelah Castan melakukan handball. Vidal sebagai eksekutor sukses menyarangkan si kulit bundar ke gawang Maarten Stekelenburg.

Juve kian menjauhkan keunggulan di menit 19 ketika umpan lambung Vidal berhasil dikuasai Matri yang lolos dari jebakan offside. Dengan dingin Matri menyepak bola ke arah gawang tanpa bisa dibendung Stekelenburg.

Unggul tiga gol tak membuat Juve mengendurkan tekanan dan di menit 36 mereka nyaris memperbesar skor andaikan tembakan keras Mirko Vucinic tak membentur mistar gawang.

Sebelumnya di menit 22 sepakan Claudio Marchisio juga digagalkan oleh mistar gawang.

Masuk di babak kedua permainan sedikit lebih berimbang meski Juve masih dominan dengan penguasaan bola. Roma membuat peluang pertamanya di menit 60 ketika Panagiotis Tachtsidis melepaskan tembakan keras yang masih melebar dari sasaran.

Roma memangkas skor jadi 1-3 ketika wasit menghadiahi tendangan penalti di menit 69 menyusul dianggrnya Mattia Destro di kotak penalti. Osvaldo dengan dingin menaklukkan Buffon di bawah mistar.

Juve sempat mencetak gol lagi di menit 73 lewat Leonardo Bonucci namun dianulir karena Bonucci sudah lebih dulu terjebak offside.

Gionvinco memaksa Stekelenburg memungut bola keempat kalinya di laga ini, setelah pada menit 90 ia berhasil mengecoh kiper asal Belanda itu dan mengirim bola ke gawang yang sudah kosong.

Juve pun berhasil menutup laga ini dengan kemenangan mutlak 4-1.

Susunan pemain

Juventus: Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Caceres, Vidal, Pirlo, Marchisio (Giovinco 77'), De Ceglie (Pogba 85'); Matri (Asamoah 77'), Vucinic

Roma: Stekelenburg; Taddei, Burdisso, Castan, Balzaretti (Marquinhos 34); Tachtsidis (Perrotta 64'), Florenzi, De Rossi; Lamela, Osvaldo, Totti (Destro 64')

Inter Kehilangan Sneijder Sebulan

Kabar buruk harus diterima Inter Milan terkait kondisi Wesley Sneijder. Playmaker asal Belanda itu divonis harus beristirahat sebulan karena cedera paha.

Cedera itu dialami Sneijder kala Inter berhadapan dengan Chievo Verona pertengahan pekan. Pada laga yang dimenangin Nerazzurri dengan skor 2-0 itu, Sneijder cuma bermain selama 25 menit sebelum digantikan Antonio Cassano.

Setelahnya Sneijder menjalani serangkaian pemeriksaan dan ia ternyata menderita cedera di paha kirinya. Alhasil pesepakbola 28 tahun itu harus menepi selama kurang lebih 30 hari di ruang perawatan.

"Aku akan bekerja keras untuk kembali secepatnya dan lebih kuat!!! Terima kasih untuk dukungannya!! Aku sangat menghargainya," demikian tulis Sneijder di akun twitter-nya.

Ini berarti Sneijder akan melewatkan partai derby kontra AC Milan 7 Oktober dan beberapa laga penting lainnya termasuk fase grup Liga Europa. Kehilangan Sneijder ini tentunya merugikan bagi La Beneamata mengingat ia adalah pemain kunci dan musim lalu Inter sering kehilangannya karena cedera serupa.

"Jelas itu menyedihkan. Jelas itu adalah tekel berbahaya, tapi di saat bersamaan hal seperti ini terjadi. Kami berharap Sneijder segera kembali. Apakah ia akan fit untuk Derby Milan? Itu akan jadi sebuah keajaiban ..." demikian ucap pelatih Inter Andrea Stramaccioni seperti Football Italia.

Musim ini Sneijder sudah tampil enam kali dan menyumbang dua gol serta tiga assist.

Zeman Akui Bianconeri Lebih Superior

Tak ada pembelaan dari Zdenek Zeman atas penampilan AS Roma kala berhadapan dengan Juventus. Zeman menilai Juve pantas menang karena tampil terlalu superior untuk timnya.

Bertandang ke Juventus Stadium, Minggu (30/9) dinihari WIB, Roma punya ambisi untuk menghentikan rekor tak terkalahkan Juve. Apalagi I Lupi punya sosok Zeman yang begitu membenci Bianconeri dan juga dibenci oleh tifosi klub asal Turin itu.

Namun sayangnya penampilan Roma di atas lapangan tak seperti yang diharapkan Zeman. Bermain terlalu terbuka dan tak menghiraukan pertahanan membuat mereka harus tertinggal 0-3 di 20 menit pertama.

Sempat memperkecil keadaan di babak kedua lewat penalti Pablo Osvaldo, akhirnya Roma harus kalah 1-4 setelah Sebastian Giovinco mencetak gol di masa injury time.

Menurut statistik Soccernet, Juve menguasai 53 persen ball possesion dengan menciptakan 20 peluang dengan delapan on goal. Sementara Roma "cuma" 12 kali dengan tiga mengarah ke gawang.

Maka wajar jika Zeman menyebut Juve terlalu tangguh untuk Roma dan membuat timnya tak mampu mengembangkan permainan selama 90 menit.

"Kami mencoba memainkan permainan kami namun tidak bisa. Juventus jelas lebih superior sepanjang laga," ujar Zeman di Football Italia.

"Kami tidak bertahan atau menyerang secara efektif, jadi kami selalu berada di bawah tekanan. Masalahnya adalah menemukan gaya bermain, karena jika kami tidak bertahan secara bersama-sama maka ada celah yang tercipta dan tim bisa terpecah belah, sambungnya.

"Hal yang sama terjadi jika kami tidak cepat memainkan bola. Kami sedang berusaha memperbaikinya tapi kami sangat buruk di laga itu. Kebobolan tiga gol dalam waktu tujuh menit akan membuat siapa pun down."

"Ketika saya melihat tim saya bermain dengan cara saya, lalu saya baru bisa memberikan komentar. Tapi malam ini saya tidak melihat hasil latihan kami. Mungkin Juventus terlalu menakutkan jadi kami tidak mampu mengekspresikan ide kami," pungkas Zeman.

Dramatis, Barca Tekuk Sevilla 3-2

Barcelona tampil luar biasa saat bertandang ke markas Sevilla dalam lanjutan Liga Spanyol. Lebih dulu tertinggal dua gol, mereka berbalik menang 3-2 setelah mencetak dua gol penentu di menit-menit akhir.

Bermain di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Minggu (30/9/2012) dinihari WIB, Sevilla lebih dulu unggul dua gol. Gol-gol Los Rojiblancos dicetak oleh Piotr Trochowski dan Alvaro Negredo.

Tapi, Barca tak menyerah begitu saja. Mereka bisa memperkecil ketertinggalan lewat gol Cesc Fabregas.

Sevilla kehilangan satu pemain setelah Gary Medel dikartu merah. Hal ini memudahkan Barca dalam mengacak-acak pertahanan tim tuan rumah.

Beberapa saat sebelum waktu normal berakhir, Barca bisa menyamakan kedudukan melalui gol kedua Fabregas. Tapi, itu bukan akhir drama pada laga ini.

Saat masa injury time memasuki menit ketiga, kubu tim tamu bersorak kegirangan setelah David Villa mencetak gol. Barca pun menang 3-2.

Dengan kemenangan ini, The Catalans kokoh di puncak klasemen sementara La Liga dengan 18 poin dari enam partai. Sevilla di posisi kelima dengan 11 poin.

Jalannya pertandingan

Lionel Messi membahayakan gawang Sevilla di menit ke-13. Usai menerima umpan dari Fabregas, dia menusuk ke kotak penalti dan menembak dengan kaki kirinya. Kiper Andres Palop mampu menepis bola sambil menjatuhkan diri.

Sevilla membalas lewat percobaan Ivan Rakitic enam menit kemudian. Dari depan kotak penalti, Rakitic melepaskan tembakan yang mengarah tepat ke pelukan Victor Valdes.

Kebuntuan terpecahkan di menit ke-26. Berawal dari tembakan Medel yang mengenai kaki Javier Mascherano, bola mengarah ke Trochowski. Nama terakhir kemudian membawa bola ke kotak penalti sebelum menaklukkan Valdes lewat tembakan kaki kirinya.

Percobaan Negredo pada menit ke-38 tak menghasilkan gol kedua Sevilla. Tembakannya masih melebar.

Tiga menit setelah babak kedua dimulai, tim tuan rumah mencetak gol keduanya. Diawali salah umpan yang dilakukan Sergio Busquets, bola dicuri Medel dan dioperkan ke Negredo. Negredo kemudian melakukan melewati Alex Song sebelum men-chip bola melewati Valdes.

Barca memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 di menit ke-53. Tendangan keras kaki kiri Fabregas dari luar kotak penalti bersarang di pojok gawang tim tuan rumah.

Palop menunjukkan ketangguhannya pada menit ke-60. Dia terbang untuk menepis bola hasil tendangan bebas Messi.

Sevilla harus bermain dengan sepuluh orang pemain sejak menit ke-71. Medel dikartu merah karena menanduk wajah Fabregas.

Manu del Moral berpeluang menambah gol Sevilla di menit ke-80. Tapi, tendangannya dari luar kotak penalti masih menyamping.

Barca akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat gol kedua Fabregas, sekitar satu setengah menit jelang berakhirnya waktu normal. Fabregas memaksimalkan umpan terobosan Messi untuk menjebol gawang Sevilla.

Di menit ketiga injury time, Villa menentukan kemenangan Barca. Usai bermain umpan satu-dua dengan Messi, dia dengan dingin menaklukkan Palop.


Susunan pemain
Sevilla: Palop; Navarro, Spahic, Botia, Cicinho; Medel, Rakitic (Kondogbia 75'), Maduro, Trochowski (Manu 38'), Navas; Negredo (Luna 81')

Barcelona: Valdes; Alves (Villa 79'), Song, Mascherano, Alba; Busquets (Thiago 75'), Xavi, Fabregas; Sanchez (Tello 70'), Pedro, Messi

Fergie Keluhkan Kurangnya Injury Time

Kekalahan dari Tottenham Hotspur masih menyisakan kekesalan di benak Sir Alex Ferguson. Manajer gaek asal Skotlandia itu mengeluhkan kurangnya waktu tambahan yang diberikan oleh wasit di babak kedua.

Manchester United harus terhenti tren kemenangan di lima laga terakhirnya setelah takluk 2-3 dari Spurs di Old Trafford, Sabtu (29/9) malam WIB. Kekalahan ini jadi yang pertama bagi The Red Devils dari The Lilywhites dalam 23 tahun terakhir di kandang sendiri sekaligus yang pertama dalam 11 tahun terakhir.

Hasil ini membuat MU tercecer di peringkat ketiga klasemen dengan menuai dua kekalahan, kalah dari Everton dan Chelsea yang berada di puncak.

Meski mengaku start buruk jadi penyebab kekalahan utama MU, Fergie di lain pihak juga menyesalkan keputusan wasit Chris Foy yang kurang jeli dalam memberikan tambahan waktu.

Ia menilai tambahan waktu empat menit di akhir babak kedua belum lah cukup mengingat cukup banyak insiden yang terjadi dan membuat laga beberapa kali terhenti.

"Jelas mengecewakan (kekalahan ini) karena rekor kami begitu fantastis. Mereka (wasit dan perangkat pertandingan) memberikan kami tambahan waktu empat menit dan itu bentuk penghinaan terhadap laga ini. Itu membuat peluang Anda memenangi laga berkurang," tutur Fergie kepada BBC.

"Ada enam kali pergantian pemain, staf pelatih masuk ke dalam lapangan, itu sudah empat menit terbuang dan kiper juga sepertinya membuang waktu sekitar 2-3 menit dan mereka mengulur waktu saat mengambil tendangan gawang," sambungnya.

"Kami semua melihat jelas itu dan itu adalah cacat dalam pertandingan ini yang jadi tanggung jawab wasit untuk mengontrolnya. Ini sudah tahun 2012 dan itu terlihat konyol di mana wasit masih punya kontrol untuk itu," tutup Fergie.

Bukan Laga Mudah untuk Juventus

Juventus memang menang telak dengan skor 4-1 saat menghadapi AS Roma dalam lanjutan Seri A. Tapi, kubu 'Si Nyonya Tua' menyebut duel kontra Roma sebagai laga yang sulit.

Juve membuat start gemilang di Juventus Stadium, Minggu (30/9/2012) dinihari WIB. Mereka sudah memimpin tiga gol saat laga baru berumur 19 menit.

Di babak kedua, Bianconeri mulai menurunkan intensitas serangan mereka. Hal ini dimanfaatkan Roma untuk memperkecil ketertinggalan lewat penalti Pablo Osvaldo. Gol Sebastian Giovinco di penghujung laga akhirnya mengunci kemenangan tim tuan rumah.

"Ini bukan pertandingan yang mudah," ucap pelatih kiper Juventus, Claudio Filippi, seperti dikutip Football Italia.

"Memang benar kami punya start yang indah dan mampu melakukan segala yang kami inginkan dengan sangat cepat. Tapi, kami bertarung melawan tim yang akan melakukan hal-hal penting dan tetap dekat dengan posisi atas pada musim ini," tambahnya.

Pada laga ini, Alessandro Matri yang biasanya dibangkucadangkan dipasang sebagai starter. Dia menjawab kepercayaan tersebut lewat satu golnya. Itulah gol pertama Matri untuk Juve sejak bulan Februari silam.

"Musim ini Juventus punya sekumpulan penyerang bagus dan kami semua senang dengan penampilan mereka," ungkap Filippi.

"Pelatih akan merotasi mereka berdasarkan apa yang dia lihat sepanjang pekan. Semuanya akan mendapatkan kesempatan untuk tampil," katanya.

De Rossi: Masuk Tiga Besar Sudah Bagus untuk Roma

Gelandang AS Roma, Daniele De Rossi, berharap Romanisti tak berharap terlalu muluk-muluk pada musim ini. Dengan kondisi sekarang, De Rossi menyebut posisi tiga besar sebagai target realistis buat I Lupi.

Roma beru saja menelan kekalahan telak dalam lanjutan Seri A. Berkunjung ke markas Juventus, mereka dipermak tim tuan rumah dengan skor 1-4.

"Juventus superior dan tampaknya tahu semua kelemahan kami. Mereka lebih kuat daripada kami," ungkap De Rossi di Football Italia.

"Awal berjalan sangat buruk dan permainan berakhir begitu cepat. Kami harusnya melakukan pendekatan yang berbeda meskipun kami tahu Juve lebih kuat daripada kami," tambahnya.

Dengan kekalahan ini, Roma menempati urutan kedelapan klasemen sementara. Mereka baru mengumpulkan delapan poin dari enam partai, tertinggal delapan poin dari Juve yang ada di puncak.

Melihat kondisi ini, De Rossi sadar bahwa peluang timnya untuk juara tidak besar. Dia pun membidik target lain, yaitu masuk tiga besar dan lolos ke Liga Champions.

"Dalam pandangan saya, akan buruk untuk fans kalau memikirkan soal scudetto, yang mana itu selalu saya katakan. Melihat tim-tim lain di papan atas, kalau kami punya musim yang bagus, maka kami bisa finis di tiga besar. Itu akan jadi pencapaian yang sangat impresif mengingat situasi sekarang," katanya.

"Saya tidak akan bilang Roma tak akan pernah bersaing untuk scudetto, karena butuh waktu bagi sebuah tim untuk berkembang dan menyatu," tutur pemain timnas Italia ini.

Mourinho: Madrid Tak Boleh Terpeleset Lagi

Sebagai juara bertahan, Real Madrid mengawali La Liga musim 2012/2013 ini dengan tidak mulus. Memasuki pekan keenam, Jose Mourinho tak mau Los Merengues kembali kehilangan poin.

Start Madrid di awal musim ini tak begitu mengesankan. Dari lima laga yang sudah dimainkan, mereka hanya menang dua kali, satu kali imbang dan dua kali menelan kekalahan.

Rangkaian hasil itu membuat Madrid tertahan di peringkat sembilan dengan tujuh poin. Mereka kini tertinggal 11 angka dari Barcelona yang ada di puncak klasemen.

"Kami tidak bisa kehilangan poin lagi. Saya belum mengatakan bahwa kami tidak bisa kehilangan poin lagi. Jika lawan lebih kuat, jika mereka bermain baik, jika Anda tidak beruntung, jika penyerang Anda melewatkan lima peluang mencetak gol, jika kiper Anda ragu-ragu di momen kunci, pertandingan dan poin bisa hilang," ujar Mourinho di situs resmi Madrid.

"Apa yang saya katakan adalah kami tidak boleh terpeleset lagi. Kami tidak boleh bersikap negatif kepada lawan dalam hal kompetisi," imbuh pria Portugal itu.

Madrid akan menjamu Deportivo La Coruna di jornada 6, Senin (1/10/2012) dinihari WIB. Mourinho meminta Cristiano Ronaldo dkk. untuk tampil maksimal agar bisa mengamankan tiga angka.

"Kami harus memulai dengan baik, tidak memikirkan pertandingan lain, dan jika para pemain tampil dengan sangat kuat, akan lebih mudah untuk meraih tiga poin," kata Mourinho menambahkan.

Benzema di Ambang Penampilan ke-100

Pertandingan melawan Deportivo La Coruna akan terasa sangat istimewa bagi Karim Benzema. Jika ia dimainkan maka itu akan menjadi laga ke-100 Benzema di ajang La Liga selama membela Real Madrid.

Los Merengues akan menerima kunjungan Deportivo di Santiago Bernabeu pada Senin (1/10/2012) dinihari WIB.

Laga kontra Super Depor membawa kenangan manis bagi striker internasional Prancis itu saat dua kali membobol gawang mereka dalam kemenangan 3-1 Madrid yang terjadi pada Januari 2010.

Dalam 99 penampilannya Benzema telah membukukan 46 gol. Gol terakhirnya dibuat ke gawang Rayo Vallecano yang mana itu adalah gol ke-150 dalam kariernya baik di level klub maupun timnas.

Sementara itu lebih dari separuhnya yakni 69 gol diciptakan Benzema saat berkostum Madrid dan sisanya sebanyak 66 gol dibuat ketika ia masih bersama Olympique Lyon.

Benzema kini menemukan kembali ketajamannya setelah mengalami paceklik gol di sepanjang 13 pertandingan -- termasuk Piala Eropa 2012 dan laga internasional Prancis.

Pemain berdarah Aljazair tersebut selalu mencetak gol sejak masuk sebagai pemain pengganti di pertandingan Liga Champions kontra Manchester City pada dua pekan lalu. Demikian diwartakan Marca.

Vilanova: Barca Memang Layak Menang

Pelatih Barcelona, Tito Vilanova, menganggap kemenangan timnya atas Sevilla sebagai hasil yang tepat. Vilanova menyebut timnya memang layak memenangi pertandingan.

Bertandang ke Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Minggu (30/9/2012) dinihari WIB, Barca menang dramatis atas tim tuan rumah. Sempat tertinggal dua gol, The Catalans membalikkan keadaan menjadi 3-2 berkat dua gol di menit-menit akhir.

Statistik Soccernet mencatat Barca mendominasi penguasaan bola hingga 71%. Selain itu, Lionel Messi dkk. juga membuat 15 kali tembakan dan tujuh diantaranya tepat sasaran.

Berdasarkan keunggulan statistik di atas, Vilanova tak ragu untuk menyatakan Barca memang layak jadi pemenang pada pertandingan ini.

"Hasil seri tak akan menjadi hasil yang paling adil. Kami membuat peluang yang cukup banyak untuk memenangi pertandingan," ucap Vilanova di situs resmi klub.

"Akan lebih baik kalau kami tidak perlu menderita, tapi penting memiliki kemampuan untuk mengorbankan diri Anda agar dapat terus bersaing. Itulah yang dilakukan tim saya sepanjang pertandingan," sambungnya.

"Sebuah tim yang membalikkan keadaan menunjukkan bahwa mereka ingin untuk terus meraih kemenangan," kata suksesor Pep Guardiola ini.

Dengan kemenangan ini, Barca kokoh di puncak klasemen sementara La Liga dengan 18 poin dari enam partai. Mereka unggul empat poin atas Malaga yang ada di posisi kedua.

Fabregas dan Villa Dipuji Vilanova

Barcelona sukses meraih kemenangan dramatis dengan skor 3-2 di kandang Sevilla. Dua pencetak golnya, Cesc Fabregas dan David Villa mendapat pujian dari sang pelatih Tito Vilanova.

Pada pertandingan di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Minggu (30/9/2012) dinihari WIB, The Catalans tampil luar biasa dengan berbalik menang setelah sempat ketinggalan dua gol.

Fabregas tampil cemerlang dengan sumbangan dua gol. Ini sekaligus menjadi pembungkam kritik yang belakangan menghampiri mantan kapten Arsenal tersebut.

"Cesc banyak berlari dan bermain di level yang sangat tinggi, selalu mencerminkan hasrat tim untuk bermain dan menang. Dia selalu menunjukkan dia lebih baik dan lebih baik lagi," sanjung Vilanova seperti dilansir Soccer Way.

Penampilan tak kalah apik juga ditunjukkan Villa. Sumbangan satu golnya di masa injury time memastikan angka penuh untuk dibawa pulang Los Azulgrana.

"Villa jelas vital. Dia punya sebuah ketangkasan untuk mencetak gol-gol semacam ini," sambung Villanova. "Itu alasan di belakang ide saya untuk memasangnya sebagai penyerang tengah."

"Setelah sebulan kembali beraksi, dia tidak bisa mengharapkan hasil yang lebih baik dari ini. Formasi 3-4-3 terbukti vital dalam membantu Villa kembali ke bentuk permainan terbaiknya."

Diaby Minimal Absen Tiga Pekan

Arsenal kembali harus kehilangan Abou Diaby yang mendapat cedera. Kali ini gelandang internasional Prancis minimal harus absen tiga pekan.

Diaby bermain tak sampai 20 menit saat Arsenal menjamu Chelsea di Emirates Stadium semalam. Kemudian ia harus ditarik keluar digantikan Alex-Oxlade Chamberlain.

Diaby kemudian jalan tertatih-tatih menuju ruang ganti dan setelah pertandingan Wenger pun mengungkapkan jika pemainnya tersebut harus absen setidaknya untuk 21 hari ke depan karena bermasalah pada pahanya.

Cedera ini seakan membuka "luka lama" karena Diaby selama dua tahun terakhir kerap dibebat cedera dan musim lalu bahkan ia hanya bermain empat kali karena bermasalah pada lututnya.

Sialnya musim ini sebenarnya Diaby tengah tampil bagus bersama Mikel Arteta di lini tengah dan ia selalu bermain di lima laga Arsenal di Liga Inggris.

"Ia mengalami cedera pada pahanya. Seberapa buruk? Minimal ia harus absen tiga pekan," tukas Wenger seperti dilansir Sky Sports.

Comeback Dramatis yang Bikin Barca Masih 'Sempurna'

Setelah 15 tahun berselang, Barcelona kembali bangkit dari ketinggalan dua gol dan berbalik menang. Tiga angka kali ini sekaligus memompa asa jadi juara di akhir musim.

Melawat ke Estadio Ramon Sanchez Pizjuan markas Sevilla, Minggu (30/9/2012) dinihari WIB, Barca sempat ketinggalan dua gol lebih dulu dari tuan rumah melalui gol Piotr Trochowski dan Alvaro Negredo.

Barca lalu menipiskan ketinggalan melalui Cesc Fabregas pada menit 53, sebelum Sevilla diharuskan bermain dengan 10 pemain sejak menit 72 akibat dikartumerahnya Gary Medel.

Semenit sebelum berakhirnya laga, Fabregas mencetak gol penyama skor. Tiga menit memasuki waktu injury time, David Villa membuat Barca berbalik menang 3-2 secara dramatis.

Dalam periode 15 tahun terakhir, baru kali ini lagi Barca menang setelah tertinggal dua gol lebih dulu. Hal serupa sebelumnya terjadi pada Januari 1997 ketika Barca menang 4-2 di kandang Real Betis, klub yang juga berbasis di kota Sevilla.

Tambahan angka saat melawan Sevilla kali ini sendiri membuat Barca memuncaki klasemen La Liga dengan 18 poin dari enam pertandingan di awal musim ini, alias sebuah hasil sempurna.

Ini adalah kali kelima Barca bisa merengkuh 18 poin dari enam pertandingan awal. Dari empat start serupa sebelumnya, cuma satu kali klub Catalan itu gagal menjuarai La Liga (1929/30)--mereka memenangi liga di 1990/91, 1997/98, 2009/10.

Masih 100%, Bayern Bisa Hadapi Dilema Pekan Depan

Bayern Munich masih menjaga start sempurnanya di Bundesliga. Tetapi pekan depan Bayern bisa menghadapi dilema tersendiri terkait kesempurnaan tersebut.

Di pekan ke-6 Bundesliga, Bayern berhasil menundukkan Werder Bremen dengan skor 2-0 berkat gol dari Luis Gustavo Dias dan Mario Mandzukic.

Kemenangan itu membuat Bayern mengukuhkan cengkeraman terhadap pucuk klasemen Bundesliga dengan hasil sempurna, yakni enam kali menang dari enam laga pertama, alias hasil 100%.

Jika pekan depan kembali bisa meraih kemenangan maka The Bavarians akan menyamai rekor start terbaik di Bundesliga dengan tujuh kemenangan.

Akan tetapi, ada satu catatan unik lain yang mesti diwaspadai Bayern. Pada kesempatan sebelumnya sebuah tim bisa mencatat start sempurna di tujuh laga, di akhir musim Borussia Dortmund selalu tampil jadi juara.

Dicatat Infostrada Live, sebelum ini sudah tiga kali sebuah tim mengawali musim dengan hasil sempurna di tujuh laga pertamanya; Bayern di 1995/96, FC Kaiserslautern di 2001/02 dan FSV Mainz di 2010/11.

Entah kebetulan atau bukan tetapi bukan tidak mungkin Bayern akan menghadapi dilema akhir pekan depan, sehubungan dengan catatan unik tersebut.

PSG Siap Dekati Ashley Cole?

Paris Saint Germain dikabarkan mulai melirik pemain Chelsea, Ashley Cole. Faktor Carlo Ancelotti dan kontrak Cole membuat rumor itu berhembus kencang.

Kontrak Cole dengan 'Si Biru akan berakhir pada tahun 2013 mendatang. Sejauh ini belum ada kontrak baru yang diteken si pemain asal Inggris.

Pemilik Chelsea Roman Abramovich disebut-sebut memang cuma akan menyodori perpanjangan kontrak setahun untuk para bintang veteran timnya, sebuah durasi yang kurang diterima Cole.

Dengan sisa kontrak kurang dari setahun lagi, Cole akan dapat menegosiasikan prakontrak dengan klub peminat pada bulan Januari nanti, untuk kemudian hijrah di musim panas.

Adalah PSG yang kemudian disebut Soccernet jadi peminat kuat. Selain mengusung ambisi besar, seperti terlihat pada aktivitas bursa transfernya yang luar biasa di musim panas, PSG kini juga ditangani oleh Ancelotti yang pernah melatih Cole di Chelsea.

Ancelotti dikabarkan memiliki hubungan yang cukup baik dengan Cole di Stamford Bridge. Apalagi selain PSG juga tak banyak klub yang diprediksi mampu memenuhi permintaan gaji bek berusia 31 tahun itu.